by

Tim yang Bakal Gantikan Suzuki di MotoGP 2023

MotoGP sedang dilanda kesedihan. Bagaimana tidak? Meski belum merilis pernyataan resmi apa pun, Suzuki ingin hengkang pada akhir musim ini akibat krisis finansial, mengingat adanya pandemi Covid-19 dan invasi Rusia pada Ukraina. Peta grid musim 2023 pun dipastikan bakal mengalami perombakan besar.

Hal ini tak hanya membuat masa depan Joan Mir dan Alex Rins terkatung-katung, melainkan juga seluruh anggota tim mereka. Manajemen program balap Suzuki di MotoGP bahkan dikabarkan tak tahu apa pun sebelum Senin, 2 Mei 2022, yakni ketika para petinggi mereka di Jepang memberi tahu soal rencana hengkang ini.

Dorna Sports sudah melayangkan peringatan kepada Suzuki, bahwa mereka tak bisa mengambil keputusan mundur secara sepihak, mengingat masih punya kontrak sampai 2026. Namun, jika Suzuki memang benar-benar pergi, Dorna sama sekali tak berniat mengurangi peserta MotoGP yang kini berjumlah 24 rider.

Lewat MotoGP.com, Selasa (3/5/2022), Dorna juga mengaku telah mendapatkan banyak tawaran dari tim-tim independen yang ingin mengambil alih slot Suzuki musim depan, walau tak membeberkan nama-nama timnya. Namun, ada empat skuad yang saat ini digosipkan telah mengajukan diri. Siapa saja?

Pons Racing

Saat ini, Pons Racing memang hanya aktif berlaga di Moto2 dan MotoE. Namun, tim besutan dua kali juara dunia GP250, Sito Pons, ini sejatinya juga punya pengalaman segudang menjalankan operasional tim di kelas para raja. Bahkan tim ini sempat dibela oleh banyak pembalap dengan nama besar.

Pons turun di GP500/MotoGP pada 1992-2005, selalu bekerja sama dengan Honda. Mereka pernah menaungi Alex Criville, Alberto Puig, Carlos Checa, John Kocinski, Alex Barros, Loris Capirossi, Max Biaggi, Makoto Tamada, dan Troy Bayliss. Peringkat terbaik mereka adalah peringkat ketiga pada 2001, 2003, dan 2004.

Namun, sejak 2009, Pons hanya turun di GP250/Moto2 dan sejak 2019 turun di MotoE. Saat ini, Pons menaungi salah satu rider paling bertalenta di Moto2, yakni Aron Canet. Menurut Sky Sport, Pons dikabarkan sedang mempertimbangkan kembali ke kelas tertinggi. Jika terwujud, maka mereka bisa membawa serta Canet, yang kehadirannya di MotoGP sudah lama dinanti-nantikan.

GASGAS/Husqvarna

Pada Januari lalu, CEO KTM, Stefan Pierer, mengaku takkan menutup kemungkinan apa pun bagi GASGAS untuk masuk ke MotoGP pada 2024. Namun, dengan hengkangnya Suzuki, rencana itu bisa saja terjadi setahun lebih awal. Bahkan, Pierer bisa jadi memasukkan anak perusahaan KTM lainnya, Husqvarna, ke MotoGP.

KTM sendiri berada di Grand Prix lewat empat merek, yakni KTM, Husqvarna, GASGAS, dan CFMoto. KTM turun di semua kelas, GASGAS di Moto2 dan Moto3, sementara Husqvarna dan CFMoto turun di Moto3. Pierer menyatakan, jika GASGAS mampu tampil kompetitif di Moto2, maka KTM akan menurunkan tim ketiga di MotoGP dengan mengusung nama GASGAS.

“Kami sudah jelas membawa tim GASGAS ke Moto2 pada 2022. Namun, untuk masuk ke MotoGP bersama GASGAS, suatu hari nanti bisa jadi solusi yang baik. Jangan pernah katakan tidak. Apa yang terjadi dua tahun lagi tak bisa diprediksi dalam bisnis MotoGP. Ada banyak hal yang bisa dilakukan,” ungkapnya lewat Speedweek.

Aspar Team

Aspar Team tak pelak lagi merupakan salah satu tim paling bersejarah dan prestisius di Grand Prix. Dimiliki oleh empat kali juara dunia Jorge Martinez ‘Aspar’, skuad ini pernah meraih lima gelar dunia di GP125/Moto3. Mereka juga sempat turun di MotoGP pada 2010-2018, namun hengkang pada 2019 usai diambil alih Petronas Yamaha SRT (kini WithU Yamaha RNF).

Aspar Team sendiri kini tengah bekerja erat dengan GASGAS di Moto2 dan Moto3, tampil kompetitif di kedua kelas. Jika dihubungkan dengan keinginan KTM untuk menurunkan skuad ketiga di MotoGP, maka Aspar Team juga bisa kembali ke MotoGP untuk menyelesaikan misi mereka yang belum tuntas, yakni meraih podium.

Namun, juga tak menutup kemungkinan bahwa Aspar Team bisa bekerja sama dengan pabrikan lain. Saat ini, RNF dikabarkan merapat ke Aprilia, sementara VR46 diisukan akan meninggalkan Ducati dan menggantikan RNF sebagai tim satelit Yamaha. Dengan begitu, ada kans bahwa Aspar Team kembali bekerja sama dengan Ducati seperti sediakala.

Leopard Racing

Leopard Racing diketahui sebagai tim yang cukup prestisius di Moto3. Berlaga sejak 2015, mereka sukses meraih tiga gelar dunia lewat Danny Kent, Joan Mir, dan Lorenzo dalla Porta. Sang bos, Christian Lundberg, menyatakan lewat Autosport bahwa mereka sudah sejak lama sangat ingin turun di MotoGP.

Skuad ini bertekad jadi tim satelit Aprilia, namun terkendala slot MotoGP yang sudah penuh. Kini, dengan hengkangnya Suzuki, maka mereka punya kans lebih besar. “Kami akan lihat perkembangan situasinya. Ada kontrak yang terlibat dan saya tak yakin Suzuki bisa pergi begitu saja karena mereka punya kontrak sampai 2026,” tuturnya.

“Kita lihat saja nanti, namun jika ada kursi kosong, disertai kehendak Tuhan, dan Dorna memberikannya kepada kami, maka kami akan sangat senang. Seisi paddock tahu bahwa kami sangat tertarik dan kami ingin mengambil langkah ini. Namun, masih ada jalan panjang sebelum ini semua terwujud,” lanjut Lundberg.

News Feed