by

Sirkuit Mandalika Akan Mengalami Perubahan Demi Sambut Balap Mobil

Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya digunakan untuk balap motor kelas professional, seperti balap WSBK atau MotoGP saja. Sirkuit ini juga disewakan untuk konsumen umum yang ingin menjajal lintasan. Komunitas motor dan mobil bisa menyewa sirkuit ini dari pukul 10.00 hingga 17.00 Wita.

“Kita kedatangan komunitas private trackday, selama dua hari, Sabtu dan Minggu,” ucap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, Sabtu (8/4).

Dikatakan, komunitas tersebut terdiri dari luxury car, sport car seperti Lamborghini, Ferrari, Porsche dan lainnya. Kedatangan komunitas mobil untuk kali pertama itu membuktikan bahwa Sirkuit Internasional Mandalika sangat bisa dan layak untuk dipakai sebagai lokasi balap kendaraan roda empat.

“Mereka coba sensasi sirkuit pada pagi hari, siang istirahat, dan lanjut coba lagi pada sore hari. Kurang lebih ada 15 luxury car yang jajal lintasan kita,” tambah Andhi akrab disapa.

Menyinggung rencana menggelar balapan mobil internasional, diakui Andhi, Sirkuit Mandalika akan mengalami beberapa perubahan. Ini sebagai syarat untuk menggelar balap mobil.

Andhi mengungkapkan, perubahan tersebut merupakan syarat homologasi grade 2 untuk penyelenggaraan balap mobil yang dipatok Federasi Mobil Internasional atau FIA. Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk memenuhi permintaan FIA.

Diperkirakan implementasi pengerjaan dilakukan bulan Mei-Juni. Dilanjutkan dengan mengundang FIA pada bulan Juli untuk implementasi hasil FIA Inspection tahun ini.

“Final FIA Inspection tahun ini bulan Juli, dalam rangka mendapatkan FIA Homologasi Grade 2, sehingga Mandalika dapat melangsungkan balap kendaraan roda empat sebelum digelarnya event balap MotoGP,” ucap Andhi.

Ia menegaskan, homologasi grade 2 merupakan syarat lisensi untuk mengadakan acara olahraga roda empat. Proses itu melibatkan mobil grup D (Formula Internasional FIA) dan E (Formula bebas) dengan rasio berat/daya antara 1 dan 2 kg per hp.

“Ini mencakup sebagian besar kategori mobil sport, mobil GT, mobil touring dan single seater, sementara untuk grade 1 hanya untuk F1,” sambungnya.

Baca Juga : Tujuh KK Belum Ambil Uang Konsinyasi, ITDC: Akhir Januari Lahan Sirkuit Harus Klir
Andhi menambahkan, untuk mendapatkan lisensi tersebut FIA mempunyai beberapa permintaan untuk perubahan Sirkuit Mandalika. Antara lain, perubahan susunan Tyre Barrier (pembatas ban, red), penyesuaian garis start, penyesuaian dinding service road, penambahan track-limit dan beberapa hal seperti polisi tidur.

“Beberapa dari perubahan ini akan kita pasang dengan sistem bongkar pasang agar bisa dibuka saat balap motor. Seperti halnya polisi tidur, akan kita pasang menggunakan baut, jadi saat ada balap motor kita bisa membongkarnya,” tambahnya.

Andhi menjamin, semua rencana perubahan pada Sirkuit Mandalika itu, tidak akan mengganggu balapan lainnya seperti balap motor atau yang lainnya. “Hal ini tentu melalui persetujuan FIA maupun FIM, jadi ini tidak akan mengganggu kegiatan balap motor seperti MotoGP, WSBK dan lainnya di Sirkuit Mandalika,” pungkasnya.

News Feed