by

Francesco Bagnaia Makin Pede Raih Gelar Juara MotoGP 2022

Bagnaia memiliki awal musim yang sulit setelah Ducati mengubah mesin menjelang balapan pertama di Qatar.

Ini membuat pembalap asal Italia itu harus menemukan kembali setelan terbaiknya dan itu berdampak pada hasil akhirnya.

Setelah melakoni empat balapan di luar Eropa dengan hasil yang tak sesuai keinginan, akhirnya Pecco (sapaan akrab Bagnaia) mendapatkan kenyamanannya kembali di atas motor di Sirkuit Algarve, Portugal.

Hal tersebut dikonfirmasi di Sirkuit Jerez. Pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo itu pun akhirnya meraih kemenangan pertama musim ini.

“Kemenangan pertama saya di Aragon, tahun lalu, hanyalah kemenangan pertama. Secara emosional, itu luar biasa bagi saya. Pertarungan yang sangat sulit di Aragon, yang selalu menjadi trek sangat sulit bagi saya,” kata Bagnaia seperti dilansir Speedweek.

“Kemenangan di Jerez juga hebat, itu salah satu yang terbaik karena datang setelah periode yang sangat sulit. Kami belum berhenti bekerja sejak awal musim dan kami akhirnya mulai menunjukkan potensi motor.

“Saya tahu betapa bagusnya motor ini, tetapi sangat sulit untuk menunjukkannya. Itu merupakan hari yang baik.”

Mesin baru juga memaksa Francesco Bagnaia mengubah gaya balapnya agar motor dapat bekerja sesuai dengan keinginannya.

Menurut juara dunia Moto2 2018 tersebut, hal itulah yang menyebabkannya gagal meraih hasil yang diinginkan dalam empat balapan awal musim ini.

“Saya sudah memiliki lebih banyak kecepatan saat menikung tahun lalu. Tahun ini motor memiliki karakter yang sedikit berbeda dan saya tidak memiliki kecepatan dengan gaya balap tahun lalu ketika mencoba masuk tikungan lebih cepat,” ujarnya.

“Tidak mudah untuk mengubah sesuatu seperti itu, karena kami bekerja dengan cara yang berlawanan tahun lalu. Kami membuat perubahan ini dan saya lebih cepat di tikungan.”

Francesco Bagnaia tak tersentuh ketika meraih kemenangan di Sirkuit Jerez. Namun, ia terus dibayangi oleh juara dunia Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Mencatatkan waktu lap yang konsisten membuat Bagnaia mengaku senang dan menambah kepercayaan diri dalam mengejar titel tahun ini.

“Tak mudah untuk menjaga Fabio tetap di belakang saya, karena jaraknya tidak sampai satu atau tiga detik, itu hanya 0,5 detik,” ucap runner-up MotoGP 2021 tersebut.

“Pada situasi seperti itu, sangat mudah untuk membuat kesalahan. Ini hanya tentang berkendara dengan mulus. Itu sebabnya saya tidak memiliki waktu untuk memikirkan bahu yang cedera. Tujuan utamanya adalah melaju cepat.

“Saya berharap bisa memperjuangkan titel kembali tahun ini. Itu merupakan target besar,” ucap pemenang lima Grand Prix, 11 podium, dan tujuh pole position dalam 57 balapan kelas MotoGP sejak 2019 tersebut.

News Feed