by

Apakah Motor Listrik Aman Saat Banjir?

Penggunaan sepeda motor listrik saat musim hujan atau ketika melewati genangan air pada dasarnya aman-aman saja. Sebab, pabrikan sudah meletakkan komponen penting seperti baterai dalam posisi aman. Namun, kondisi genangan air tetap harus menjadi perhatian.

Spesialis motor listrik di salah satu rumah modifikasi motor listrik Geri Centura menjelaskan, motor listrik memiliki tiga bagian utama, yaitu baterai sebagai sumber energi, dinamo yang membuat roda bergerak, dan kontroler yang mendistribusikan energi ke dinamo atau lampu.

BACA JUGA
Bogor Siapkan Rp 1,8 Miliar untuk Beli 7 Kendaraan Listrik
“Yang bertegangan tinggi ini kan sebenarnya bukan kontroler atau dinamo, tetapi baterai. Nah, rata-rata posisi baterai itu ada di atas, di bawah jok. Selama baterai ini tidak terendam, tidak akan ada konsleting. Biasanya kover baterai lithium ini juga ada dua bahan, antara plastik atau alumunium, dan ini bukan pengantar listrik. Jadi kalaupun konsleting, dia langsung rusak di baterainya atau di konektornya ke kontroler, tidak akan nyetrum (menyetrum) penggunanya,” kata Geri Centura kepada Beritasatu.com, Senin (10/10/2022).

Untuk bagian dinamo yang umumnya diletakkan di bawah, kondisinya juga masih tetap aman apabila terendam banjir. Sebab rata-rata dinamo tersebut sudah punya iso waterproof. “Tetapi kalau kontroler atau baterai yang terendam, selesai. Tetapi rata-rata kontroler dan baterai juga sudah punya ISO water resistance,” ujarnya.

Untuk melintasi jalan yang tergenang air, batas aman kedalannya adalah setengah ban. Sebab jika terlalu tinggi, dikhawatirkan ada gelombang air dari kendaraan lain yang melintas.

Bagaimana dengan mobil listrik? Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, mobil listrik sebetulnya lebih aman dibandingkan mobil internal combuction engines (ICE) karena tidak ada ruang pembakaran. Komponen baterai kering sebagai penyimpanan listrik juga sudah waterproof.

“Tetapi perlu diingat, tetap mobil itu didesign tidak seperti boat yang mudah melintasi air. Diusahakan tidak melewati setengah ban. Karena jika mogok, mungkin Anda harus siap mengeluarkan biaya ganti baterai yang lumayan tinggi, bisa di atas Rp 50 juta. Jadi lebih dan berhati-jatilah menyikapi banjir. Preventif jauh lebih ekonomis dan nyaman dari pada nanti bermasalah,” pesan Jusri.

News Feed